Sebanyak 10 warga Cirebon menjadi korban mafia tanah yang diduga dilakukan oleh PT ACN yang beralamat di Jalan Kalitanjung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Total kerugian dari 10 warga ini adalah Rp 250 juta.

PT ACN sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli kavling tanah. Perusahaan ini membebaskan sejumlah lahan dari pemiliknya, lantas memperjualbelikan kavling tanah tersebut kepada konsumen.

Namun dalam perjalanannya, para pemilik lahan banyak yang belum dibayar, sementara PT ACN telah banyak menerima pelunasan dalam pembelian kavling dari konsumen. Akibatnya, kavling-kavling tanah tersebut tidak bisa dikuasai oleh konsumen, sebab masih menjadi hak milik para pemilik lahan sebelumnya.

“Modus PT ACN ini adalah memasarkan kavling tanah kepada masyarakat melalui spanduk maupun melalui media sosial, sehingga banyak masyarakat yang tertarik. Setelah membeli, Akta Jual Beli (AJB) yang dijanjikan oleh PT ACN kepada konsumen tak kunjung ada,” ujar kuasa hukum warga, Back Bachrony, Jumat (18/2/2022).

Malah, PT ACN menutup kantornya yang terletak di Jalan Kalitanjung tersebut, sementara direktur utama PT ACN yaitu ZA sudah lama meninggalkan Cirebon. Diduga ia kini berada di Jawa Tengah.

“Klien kami sudah mencoba mendatangi pihak direktur pemasaran PT ACN yang memang berdomisili di Cirebon, namun jawabannya uang konsumen ada di tangan dirut ZA dan diinvestasikan di lokasi penjualan kavling lainnya,” tuturnya.

Back juga mengatakan, bukan tidak mungkin akan ada korban-korban lainnya, sebab diduga lokasi penjualan kavling tersebut tidak hanya di satu titik saja. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun KC, lokasi penjualan kavling PT ACN ada 11 titik yang tersebar di wilayah Cirebon, di antaranya terletak di Desa Nanggela Kecamatan Beber, Desa Bode Wetan Kecamatan Plumbon, Desa Pejambon Kecamatan Sumber, Desa Ciawi Kecamatan Palimanan, dan Desa Kertasari Kecamatan Weru.

“Klien kami berasal dari kavling Luwung 1 yang terletak di Desa Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Di kavling Luwung 1 ini jumlah kavlingnya ada 150 unit, pembelinya ada 87 orang, artinya satu orang membeli lebih dari satu kavling. Di situ kavlingnya sudah sold out semua. Jika ditotalkan nilai transaksi di kavling Luwung 1 saja ada setidaknya Rp 2,1 miliar, baru dibayarkan ke pemilik lahan itu Rp 600 juta. Di situ terdapat tiga pemilik lahan yang saat ini masih menguasai tanah tersebut karena memang belum dibayarkan oleh PT ACN,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya, jika ditotalkan nilai kerugian masyarakat di kavling Luwung 1 saja jumlahnya mencapai miliaran.

“Tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya juga, namun sejauh ini yang mengadukan ke saya baru 10 orang,” katanya.

Baca Juga :

Tips Membeli Properti Untuk Investor Pemula

Ia menambahkan, dirut ZA diduga melarikan diri dari Cirebon, namun anehnya didapatkan informasi jika yang bersangkutan membuka lokasi penjualan kavling di daerah Jawa Tengah.

Sementara itu, salah satu korban PT ACN, Ade Suratno mengatakan, pihaknya membeli dua kavling di kavling Luwung 1 dengan masing-masing kavling seharga Rp 18 juta dan luas 72 meter persegi. Ade mengaku melihat promosi PT ACN di media sosial.

“Saya membeli atas nama istri, membeli di bulan November 2020 dan dijanjikan AJB pada Februari 2021. Kenyataannya tidak pernah ada AJB. Yang saya terima adalah kwitansi dan surat perjanjian pengikatan jual beli saja,” katanya.

Ade menambahkan, usai membeli dan melunasi kavlingnya, iapun mendatangi lokasi di kavling Luwung 1. Namun alangkah kagetnya saat datang ternyata lokasi tersebut masih dikuasai oleh pemilik lahan dan para pemilik lahan tersebut mengaku belum dibayar oleh PT ACN.

“Kita mencoba datang ke kantor PT ACN, ga taunya kantornya tutup terus karena di Jalan Kalitanjung tersebut sifatnya hanya menyewa saja. Pernah juga mendatangi pihak direktur pemasarannya, ternyata jawabannya uangnya ada di tangan dirut dan diinvestasikan ke lokasi penjualan kavling lainnya,” katanya.

Sumber : Kabar Cirebon

2 Komentar

Apa Itu Mafia Tanah? Modus Pelaku Secara Ilegal, Thursday, 24 Feb 2022

[…] PT ACN Diduga Tipu Warga, Modusnya Pasarkan Kavling Murah […]

Reply

Apa Itu NIB Tanah? Ini Cara Mengeceknya agar Terhindar dari Mafia Tanah, Friday, 27 May 2022

[…] PT ACN Diduga Tipu Warga, Modusnya Pasarkan Kavling Murah […]

Reply