properti cirebon,agen properti cirebon,agen properti di cirebon,properti syariah cirebon,property syariah cirebon,properti syariah di cirebon,property syariah di cirebon,raja properti cirebon,jawara property,broker properti cirebon,jual beli properti cirebon,jual beli property cirebon,jual beli properti di cirebon,jual beli property di cirebon,Rumah dijual di Cirebon,Rumah cirebon dijual ,Bisnis Properti di Cirebon ,Bisnis Properti Cirebon ,lahan,pemilik lahan,pajak,pajak progresif,pajak progresif lahan,UU Pertanahan,ATR BPN,Badan Pertanahan Nasional,tanah cirebon,tanah di cirebon,tanah kavling cirebon,tanah kavling di cirebon,kavling cirebon,kavling di cirebon,kavling di cirebon jawa barat,kavling di cirebon dijual,dijual tanah kavling cirebon,Daftar agen properti di Kota Cirebon,perumahan cirebon,perumahan di cirebon,perumahan di cirebon jawa barat,perumahan subsidi cirebon,perumahan subsidi di cirebon jawa barat,perumahan bersubsidi di cirebon,perumahan bersubsidi cirebon,perumahan cluster,perumahan cluster cirebon,perumahan cluster cirebon jawa barat,perumahan plered,perumahan plered cirebon,perumahan plumbon cirebon,perumahan sumber cirebon,perumahan di sumber cirebon,perumahan di plumbon cirebon,perumahan di ciwaringin,perumahan di arjawinangun,perumahan murah cirebon,perumahan murah di cirebon,rumah murah cirebon,rumah murah di cirebon,rumah minimalis cirebon,rumah minimalis di cirebon,property syariah cirebon,properti syariah di cirebon,rumah syariah cirebon,rumah syariah di cirebon,perumahan syariah di cirebon,perumahan syariah cirebon,lokasi perumahan syariah cirebon,harga perumahan syariah cirebon,harga perumahan syariah di cirebon,harga tanah di cirebon,property kuningan,properti kuningan,rumah kuningan,rumah di kuningan,perumahan di kuningan,perumahan di majalengka,perumahan di indramayu,perumahan di kota cirebon,rumah kuningan dijual,rumah indramayu dijual,rumah majalengka dijual,BIJB,rumah dekat BIJB Majalengka,rumah dekat kertajati majalengka,tanah dekat BIJB Majalengka,tanah dekat BIJB ,tanah kertajati,tanah kertajati aerocity,tanah dekat bandara internasional jawa barat,tanah disekitar bandara,aerocity,apartemen majalengka,apartemen grand anila,grand anila apartemen,grand anila,apartemen di bandara kertajati

Masyarakat yang telah memiliki atau akan membeli sejumlah bidang lahan baru, harus siap-siap terkena pajak lebih tinggi. Hal ini diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan yang baru melalui  mekanisme pajak progresif bagi masyarakat yang memiliki lahan lebih dari satu bidang. Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan lahan. Tujuannya agar penggunaan lahan dapat lebih maksimal.  “Itu kebijakan fiskal yang akan kita perkenalkan di dalam RUU Pertanahan. Itu sebagai insentif dan diinsentif,”  kata Sofyan menjawab Kompas.com, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, kebijakan ini juga dibuat untuk menghindari adanya spekulasi lahan. Apalagi, pemerintah berencana membangun ibu kota baru di Pulau Kalimantan untuk menggantikan DKI Jakarta.  “Ini mau ada ibu kota baru, misalnya, orang sudah mulai ada spekulasi tanah. Dengan ada fiskal policy ini akan menetralkan,” sambung Sofyan. Besaran pentarifan pajak progresif ini, sebut Sofyan, akan dibahas kemudian setelah RUU rampung. Meski demikian, sebagai gambaran, sistem progresif yang berlaku layaknya pajak progresif kendaraan. “Misalnya, mobil pertama pajaknya 100 persen, mobil kedua 150 persen, dan seterusnya,” ungkap Sofyan. Selain mengatur kepemilikan lahan, melalui kebijakan baru tersebut juga akan diatur besaran pajak yang lebih tinggi untuk lahan yang berada di lokasi strategis, seperti yang berdekatan dengan transportasi publik. “Misalnya mau bikin TOD dekat stasiun MRT yang jarak kelilingnya antara 800 meter sampai 1 kilometer, dengan sistem fiskal itu bisa kita gunakan. Nanti di daerah yang dekat TOD, pajaknya lebih mahal. Yang pinggiran lebih murah, sehingga terjadi rasionalisasi,” pungkas Sofyan.

Sumber : Kompas

0 Komentar