Properticirebon.com.- Listing adalah sebuah perjanjian secara tertulis berupa surat kuasa jual/sewa atau surat perintah untuk menjualkan atau menyewakan properti, yang bisa berupa rumah, tanah, apartemen, ruko, kios, kontrakan, gudang, atau pabrik, dari pemilik/penjual properti kepada agen properti atau broker properti, untuk dapat dipasarkan ke pihak lain, dalam hal ini pembeli properti.

Bagi agen properti atau broker properti, listing tentu bukanlah hal yang baru, karena listing menjadi hal yang fundamental bagi seorang agen properti sebagai bahan untuk mendapatkan potensi income.

Dalam dunia properti, paling tidak dikenal 4 sistem listing, yaitu exclusive listing, open listing, sole agent, dan net listing. Dua yang pertama, yakni exclusive listing dan open listing adalah yang sering diterapkan dalam memasarkan properti.

Seperti apakah exclusive listing itu, termasuk open listing, simak selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Exclusive Listing?

Exclusive listing adalah hak atau kuasa jual/sewa yang diberikan pemilik properti yang propertinya ingin dijual, kepada penerima kuasa jual/sewa yang dalam hal ini agen properti secara eksklusif.

Eksklusif yang dimaksudkan disini adalah pemilik properti menyerahkan sepenuhnya kepada penerima kuasa jual/sewa atau agen properti yang dipilih oleh pemilik properti terkait dengan proses jual/sewa properti, yang biasanya berjangka waktu selama 3 atau 6 bulan.

Eksklusif listing dengan kuasa penuhnya menyebabkan pemilik properti, termasuk anggota keluarganya, tidak bisa ikut menjual properti tersebut, sehingga benar-benar hanya pemegang kuasa jual/sewa saja yang bisa memasarkan propertinya.

Dengan eksklusif listing ini pula, maka setiap agen properti dituntut untuk dapat mengerahkan segala daya upayanya dalam menjual atau menyewakan properti tersebut.

Agen properti yang terikat dalam exclusive listing akan berkomitmen memberikan yang terbaik, seperti memberikan pandangan harga yang pantas terhadap properti yang akan dijual atau disewakan dengan mempertimbangkan segala kondisi yang ada.

Selain itu, agen properti juga akan memberikan bantuan bagi calon pembeli potensial dalam hal pendanaan dari pihak bank selaku kreditur bila berencana membeli properti dengan cara KPR. Agen juga akan memberikan informasi mengenai perkembangan pemasaran properti secara teratur kepada pemilik.

 

Keuntungan Exclusive Listing Kekurangan Exclusive Listing
Agen akan fokus melakukan pemasaran, sehingga properti bisa terjual cepat. Bila mendapatkan agen yang santai akan berimbas pada lamanya properti terjual.
Dalam mendukung pemasarannya, agen akan mengeluarkan biaya sendiri untuk keperluan iklan, plang, spanduk. Peminat properti yang dipasarkan harus berhubungan dengan agen yang terikat dalam kuasa jual, padahal peminat itu teman Anda, yang artinya bisa langsung bertransaksi melalui Anda, namun terbentur kuasa jual tadi.
Adanya jangka waktu untuk kuasa jual, membuat agen pasti akan memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerahkan segala daya upayanya sehingga ada kepastian properti terjual cepat. Pemilik properti maupun anggota keluarganya tidak dapat ikut menjual properti yang sudah di listing.
Agen akan memberikan perkembangan informasi pemasaran properti secara berkala kepada pemilik.

Apa Itu Open Listing?

Berbeda dari exclusive listing, maka open listing adalah bentuk listing atau hak kuasa jual atau sewa yang tidak terikat pada satu agen properti tertentu. Open listing merupakan bentuk kompetisi terbuka diantara para agen properti, karena sifatnya yang tidak terbatas pada satu agen saja.

Siapa yang berhasil mendatangkan transaksi maka dialah yang akan menikmati komisinya. Untuk mengetahui berapa besaran komisi bagi seorang broker atau agen properti, simak lengkapnya di Rahasia Komisi Agen Properti Yang Belum Diketahui Banyak Orang.

Setiap agen properti yang bertarung di open listing, umumnya tidak terikat pada waktu dan biaya pemasaran, dan cenderung pasif alias menunggu orang yang berminat terhadap properti yang akan dijual.

Dengan cenderung pasif dalam memasarkan, maka pemilik properti akan rugi dari sisi waktu, karena ketidakpastiannya, apalagi bila memasarkannya hanya sekenanya saja. Belum lagi bila tiap-tiap agen properti memasarkan harga jual yang berbeda-beda, tentu saja pemilik akan sulit untuk mengontrolnya.

Namun mungkin ada hal yang dapat dianggap sebagai keuntungan, yaitu tiap-tiap agen properti seolah seperti “keroyokan” memasarkan properti, meski tidak juga menjamin properti tersebut dapat terjual cepat seperti yang diinginkan si pemilik properti.

Keuntungan Open Listing Kekurangan Open Listing
Properti seolah seperti dipasarkan secara “keroyokan”, karena banyaknya agen yang memasarkan.   Banyaknya Agen yang ikut memasarkan bisa membuat pemasaran properti tidak fokus dan properti tidak bisa terjual cepat.
Pemilik properti maupun anggota keluarganya masih dapat ikut menjual properti yang sudah di listing, dan bila transaksi terjadi bukan melalui agen, maka pemilik tidak harus membayar biaya komisi untuk agen. Tidak adanya jangka waktu untuk agen yang memasarkan properti membuat properti tidak bisa terjual cepat.
  Agen akan memasarkan properti dengan harga jual yang berbeda-beda membuat Pemilik sulit mengontrol harga yang dipasarkan para agen, sehingga membuat properti akan lama terjual.

Exclusive Listing vs Open Listing

Tentu saja, semua pilihan kembali pada pemilik properti yang propertinya ingin dijual atau disewakan, apakah ingin menggunakan exclusive listing atau open listing.

Bila Anda adalah pemilik properti yang saat ini ingin menjual properti Anda, maka tabel dibawah ini dapat menjadi panduan bagi Anda, apakah sebaiknya menjual dengan menggunakan exclusive listing ataukah open listing.

Kondisi / Listing Exclusive Listing Open Listing
Penerima Kuasa Satu agen properti Banyak agen properti
Waktu Berjangka waktu Tanpa batas waktu
Harga Jual Satu harga Banyak harga
Keaktifan Agen Dalam Memasarkan Pasti aktif Umumnya pasif
Pemilik Ikut Menjual Tidak boleh Boleh
Ekspektasi Properti Terjual Umumnya cepat Umumnya lambat

Tentu saja, bila Anda sudah memiliki informasi mengenai kinerja salah seorang agen properti yang sangat cepat mendatangkan pembeli properti yang dijual, baik dari pengalaman Anda sebelumnya, atau dari pengalaman rekan Anda, maka mengikat agen tersebut melalui kuasa jual penuh tentu menjadi keuntungan bagi Anda.

Namun, bila Anda ragu karena memang belum memiliki gambaran atau informasi yang cukup mengenai kinerja agen properti, maka sebaiknya Anda memilih sistem open listing saja.

Listing Lainnya

Selain dua listing tadi, masih ada listing lainnya, yaitu:

Sole Agent

Sole Agent adalah bentuk listing yang memberi kuasa jual dari pemilik properti kepada satu agen properti, mirip seperti exclusive listing, namun untuk sole agent, pemilik properti masih boleh menjual properti tersebut.

Net Listing

Net listing adalah salah satu bentuk listing yang harga jual net-nya telah ditetapkan oleh pemilik properti, diluar biaya-biaya yang mungkin timbul, seperti komisi, pajak penjualan, serta biaya notaris.

1 Komentar

Arsitek Asing Diizinkan Buka Praktik di Indonesia, ini syaratnya, Sunday, 28 Mar 2021

[…] Mau Jual Properti, Pilih Exclusive atau Open Listing ? […]

Reply