Properticirebon.com – Sektor properti merupakan lokomotif perekonomian karena efek domino yang ditimbulkannya dengan industri turunan yang mencapai 175 industri. Karena itu menurut Panangian Simanungkalit, bila ekonomi nasional tumbuh 5 persen, untuk sektor properti pertumbuhannya bisa mencapai tiga kali lipatnya.

Berbagai kalangan telah menyampaikan analisis, opini, maupun pendapatnya mengenai situasi bisnis properti tahun 2022 mendatang. Salah satunya dari pengamat properti senior Panangian Simanungkalit yang menyebut sektor properti tahun 2022 akan makin positif terlebih dengan terus membaiknya kondisi ekonomi nasional Indonesia.

“Sektor properti itu pastinya gerbong lokomotif bagi perekonomian suatu negara. Di Indonesia, bila ekonominya tumbuh 5 persen saja maka sektor propertinya itu tumbuh di atas 15 persen dan untuk Indonesia pondasi kenaikannya itu akan ditopang oleh rumah tapak (landed house),” ujarnya.

Pendapat Panangian ini diamini oleh Jhon Riady, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang sependapat dengan prospek cerah bisnis properti khususnya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen yang akan tercapai. Lippo bahkan telah menerapkan strategi dengan memperbanyak suplai rumah tapak sejak dua tahun terakhir.

Menurut Jhon, konsep dasar Lippo dalam menghadirkan produk properti yaitu untuk memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk memiliki hunian. Salah satunya dengan menerapkan inovasi desain rumah yang oke, fungsional, dan harga terjangkau untuk segmen konsumen terbesar yaitu kalangan milenial.

“Salah satu inovasi yang kami terapkan yaitu mengikuti perkembangan dan berbagai penerapan new normal selama kita hidup dengan pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini. Kami mencocokkan desain rumah dengan kebutuhan tersebut dan hasilnya produk kami selalu diserap pasar dengan baik,” jelasnya.

Upaya Lippo untuk menciptakan hunian yang merupakan kebutuhan dasar dengan harga terjangkau guna memenuhi permintaan pasar yang besar terbukti dengan produk Cendana Homes Series yang diluncurkan sejak bulan Juli 2020 lalu. Dalam situasi pandemi, Lippo berhasil mencatat penjualan hingga 324 unit hanya dalam waktu beberapa jam hingga mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribe).

Strategi ini terus dilanjutkan hingga semester kedua tahun 2021 ini, total Lippo telah meluncurkan delapan klaster Cendana Homes Series dan dua klaster komersial. Keberhasilan dari produk ini membuat Lippo mencatatkan angka pra penjualan (marketing sales) mencapai Rp4,2 triliun atau melampaui target marketing sales tahun ini.

“Kami menciptakan value dan wealth bagi konsumen melalui kepemilikan rumah yang merupakan tabungan terbesar bagi keluarga. Konsumen yang membeli dengan skema cicilan, dalam waktu 10 tahun cicilannya bisa selesai dan harga rumahnya telah naik berlipat dan ini secara price value sudah menjadi investasi yang sangat baik,” bebernya.

0 Komentar